Kamis, 23 April 2015

Kampung Batik Giriloyo, Yogyakarta

Kampung Batik Giriloyo, Desa Wisata Batik Yogyakarta, Pembuatan Batik Tulis Yogyakarta, Sentra Batik Tulis Giriloyo - Yogyakarta Batik Tour 
Daerah Kampung Batik Giriloyo merupakan daerah yang keramat bagi sebagian warga Yogyakarta. Pasalnya, daerah ini merupakan areal makam para raja-raja Mataram, Keraton Yogyakarta, serta makam para seniman agung.


  • Tlp/SMS: 085-729-269-403 (Indosat)
  • WA: 085-215-997-478
  • BB : 529132F2
  • Office: Dsn. Giriloyo – Ds. Wukirsari 02/20 -Kec. Imogiri – Kab. Bantul Yogyakarta
Dari Yogyakarta, daerah ini terletak sekitar 20 kilometer (km) ke arah selatan. Imogiri, terutama wilayah Giriloyo merupakan sentra kerajinan batik tulis yang umurnya sudah cukup tua.
Kampung Batik Giriloyo Yogyakarta
Kampung Batik Giriloyo Yogyakarta
Daerah Giriloyo berjarak sekitar 1-2 kilometer dari areal makam raja. Untuk mencapainya, dari makam raja ambil jalan ke arah kiri melewati makam seniman. Biasanya daerah ini seringkali di jadikan tempat pelatihan dan kursus membatik di Yogyakarta
Daerahnya berbukit-bukit dengan jalan sempit serta turunan dan tanjakan yang tajam. Di kiri kanan jalan banyak hutan dan jalanan aspal sudah lumayan mulus. Jika pengunjung datang memakai mobil memang agak susah masuk sampai kampung bagian dalam. Kampung Batik Giriloyo masuk ke dalam wilayah Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri. Desa ini terdiri atas 16 dusun, 95 rukun tetangga dan 5.600 kepala keluarga atau sekitar 16.000 jiwa.
Dari 16 dusun yang ada, hanya enam dusun yang sentra batiknya hidup. Antara lain, Dusun Cengkehan, Giriloyo, Karangkulon, Kedung Buweng, serta Nogosari I dan Nogosari II. Dari enam dusun tersebut, Dusun Cengkehan, Giriloyo dan Karangkulon paling banyak jumlah pembatiknya.
Ketiga dusun ini adalah eks kelurahan Giriloyo. Sehingga hasil batiknya pun dinamakan batik giriloyo. Batik giriloyo terkenal sebagai batikan tangan motif keraton yang halus, dengan ciri khas warna soga (cokelat).
Pengrajin Batik Tulis Giriloyo Yogyakarta

Sejarah Kampung Batik Giriloyo Yogyakarta
Menurut sejarah, sentra ini sudah berdiri sejak jaman pemerintahan Sultan Agung dari kerajaan Mataram, atau sekitar tahun 1654. 
Pada tahun tersebut, Sultan Agung memerintahkan daerah perbukitan Imogiri menjadi areal makam para raja. Sehingga, para abdi dalem kraton pun harus ada yang menjaga daerah tersebut. Selain menjaga makam, para abdi dalem tersebut juga membatik untuk keperluan kraton.
Sampai saat ini, generasi penerus para abdi dalem kraton ini terus membatik untuk melestarikan budaya. Dulu, mereka memasarkan hasil batikannya ke Keraton Yogyakarta dalam bentuk hasil batikan mentah yang belum diberi warna.
Namun uniknya, kebanyakan pembatik adalah para wanita. Tak heran, sebagian besar para perempuan di daerah kampung Batik Giriloyo Yogyakarta mempunyai pekerjaan sampingan membatik, selain bekerja di ladang atau mengurus rumah tangga.
Sementara para suami mereka, selain mempunyai pekerjaan lain, juga menjadi pemasar hasil batikan istri mereka. Bahkan beberapa diantaranya mendirikan sanggar khusus untuk menjual batik tulisnya. "Saat ini, jumlah pembatik di Giriloyo sekitar 1.200 orang. Hampir semuanya wanita," Silahkan bagi anda yang berkunjung ke Yogyakarta, untuk singgah barang sebentar ke Kampung Batik Giriloyo, Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar